DAMPAK ROB

Analisis Dampak Rob Terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Pedagang di Johar Semarang.

Vini Wiratno Putri, Nurdian Susilowati, Nano Priyanto, M. Frantau Baskara.  Fakultas Ekonomi. Universitas Negeri Semarang. 2008. Dosen Pembimbing: Agung Yulianto, S. Pd, M. S1. 91 halaman.

ABSTRAK

Sebuah usaha mulia untuk menambah pasokan gas dan minyak bumi di Indonesia ternyata menimbulkan kerugian yang sangat fatal. Berawal dari kebocoran gas hidrogen sulfida (H2S) yang terjadi tanggal 28 Mei 2006 pukul 22.00 WIB di areal pengeboran sumur Banjar Panji-1 (BJP-1) milik PT Lapindo Brantas Inc di Desa Renokenongo Kecamatan Porong-Sidoarjo Jawa Timur berupa semburan asap putih dari rekahan tanah yang membumbung tinggi sekitar 10 meter. Semburan gas yang disertai keluarnya cairan lumpur telah meluber ke lahan warga. Jika masalah banjir lumpur  tidak mendapat penanganan yang cepat dan tepat, maka akan semakin mengganggu kehidupan masyarakat, memutuskan sendi-sendi kehidupan dan dampak resiko kerugian yang terjadi akan semakin besar. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimana dampak sosial ekonomi dan estimasi resiko kerugian banjir lumpur PT Lapindo Brantas Sidoarjo. Penelitian ini dimaksudkan untuk mendeskripsikan, memahami dan menganalisis dampak sosial dan ekonomi yang terjadi serta besarnya estimasi resiko kerugian sosial dan ekonomi akibat banjir lumpur PT Lapindo Brantas Inc. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis penilaian ekonomi (Economic Valuation) dan Analisis Resiko (Risk Assesment Analysis).

Banjir lumpur yang terjadi menimbulkan berbagai dampak yang besar baik bagi para korban, pemerintah maupun PT Lapindo Brantas Inc. Dampak sosial dan ekonomi yang terjadi diantaranya korban jiwa, warga mengungsi, rumah, gedung, bangunan, lahan dan tanaman terendam lumpur, kerusakan infrastruktur, kualitas lingkungan menurun, pendidikan dan kesehatan warga korban  terganggu. Desa yang terkena dampak banjir lumpur sesuai peta terdampak 22 Maret 2007 yaitu Jatirejo, Siring, Renokenongo,Kedungbeno, Besuki, Pejarakan, Kedungcangkring dan Mindi. Penanganan dampak sosial dan ekonomi menjadi tanggungjawab PT Lapindo Brantas Inc. Biaya tersebut jika diestimasi sebesar Rp 3.404.191.604.980,- untuk dana yang sudah terealisir maupun belum. Alokasi dana yang telah terealisir digunakan  untuk biaya jatah hidup, biaya kontrak rumah, biaya pindah, biaya administrasi, ATM dan meterai, pengganti tanaman, sewa lahan untuk pembuatan ponds, pengganti upah tenaga kerja, realisasi cash and carry 20 %.  Estimasi dana yang belum dikeluarkan akan dibayar pada satu bulan sebelum cash and carry 80% terealisir, dengan alokasi penggunaan dana untuk pembayaran biaya jatah hidup (Jadup) 3 bulan, biaya sawah dan tambak, upah pengganti tenaga kerja serta pembayaran realisasi cash and carry 80% berupa pekarangan atau lahan kering, lahan sawah dan bangunan atau rumah

Kata kunci : dampak sosial ekonomi, estimasi resiko kerugian, banjir lumpur

Download Karya tulis:

3 thoughts on “DAMPAK ROB

  1. Bolehkah saya mereferensi tulisan ini, jika boleh mohon kirim softcopy ke email saya.
    Saat ini saya sedang menyiapkan penelitian mengenai optimalisasi penentuan perencanaan penanganan banjir di semarang.
    terima kasih sebelumnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s